Senin, 16 Februari 2015

instagramku

kuliah di luar negri memang banyak kisah seakan setiap nafas , langkah itu berhak aku ceritakan,setiap yang ku lihat berhak untuk ku abadikan dengan kamera handphone ku ,
karna menurutku semua kejadian yang aku alami sangatlah unik , menarik serta tak akan terulang kembali maka dari itu instagram dan media sosial yang lainnya sangat ku gemari ,, seakan suatu hari nanti aku akan mengingat nya melalui media itu , aku senang berbagi foto ku di istagram yang  aku miliki walau aku sadar aku berada di lingkungan dan pergaulan yang tak sejalan dengan hobi ku .
Add caption



mungkin bagi teman-teman ku di indonesia memposting foto yang mereka sukai , foto -foto selfie mereka dengan teman-teman kerabat ,sahabat moment akan kebersamaan sangat mudah dan tak akan ada yang meberikan komentar miring malah menurut mereka hal yang biasa .
tapi di lingkungan aku sangatlah berbeda kadang aku ingin sekali mempostingkan gambar -  gambar yang aku sukai tapi aku harus memikirkan semua yang akan terjadi setelah aku memosting nya,seakan diri ini di tuntut untuk sempurna padahal setiap kebersamaan itulah yang akan aku kenang .
itulah alasan terbesar ku yang membuat aku tak sembarangan memberika foto perjalanan ku tapi semoga perjalanan ku akan selalu ku abadikan dan yang terbaik akan selalu ku bagi para semua teman-teman ku.

bila semua tak akan banyak yang memikirkan sebuah foto tetapi aku sangat menghargai sebuah foto karna kamera , foto dan tulisan cerita adalah saksi yang akan kembali aku ceritakan di hari saat  aku mulai menua .

Selasa, 03 Februari 2015

23 oktober 2014

"Kamu kuliah dimana sekarang ?" , tanya teman ku yang dulu adalah sahabat kecil yang kini dia pun telah berubah menjadi seorang  bidan .
aku pun dengan sangat malu menjawab nya " aku kuliah diluar negeri , aku lanjut di mesir "  mengapa aku menjawab dengan malu , bukankah seandainya semua orang yang akan di  tanya seperti ini mereka akan selalu menjawab dengan bangga dan dengan  senyuman yang lebar.




bandara internasional soekarno hatta , jakarta mungkin malam itu malam yang indah bagi aku dan sahabat-sahabat ku karna mereka dengan rela dan memberikan waktu mereka untuk menemui aku dan menunggu ku di bandara ini dari jam 5 sore mereka pun telah tiba di bandara dan membanjiri segala media sosial aku , perjumpaan bersama mereka walaupun hanya sesaat sangat lah berarti bagiku , karna perjumpaan selama 3 jam membuat aku berasa telah berjumpa sebulan lamanya kalian menyanyangiku dan akupun akan selalu ingat kepada kalian , aku berdoa semoga perjumpaan kita bisa lebih lama.

keluarga besar ku yang sangat aku sayangi , aku cintai , aku banggakan dan selalu seperti itu dulu, kini ,esok , dan selamanya, mungkin malam itu mereka telah mengantuk karna ku tau bahwa para sepupu kecil ku yang masih duduk di SMP dan SMA bahkan  sepupu ganteng ku yang masih duduk di bangku SD , mereka akan mengikuti ujian di esok harinya ,tapi aku tak melihat sedikitpun raut wajah yang kecewa akan malam ini melainkan yang aku lihat adalah wajah-wajah yang tak ingin berpisah dari ku  dan adek kecil ku yang rela tak ikut ujian, adek ku yang  kecil yang selalu ribut bersama ku tapi aku tau bahwa sebenarnya dia sangat sayang kepadaku tapi mungkin demi menunggu pemberangkatan aku dan perjumpaan yang sesaat ini yang hanya akan terlewati dengan hitungan jam dan  mungkin akan tak berjumpa dalam waktu yang lama tak sehari , dua hari , dan inilah yang aku sebut keluarga dan tak akan ada yang bisa membeli mereka dari ku, bahkan waktu yang sangat berharga bagi mereka , mereka  relakan  untuk ku malam ini .
dan waktupun yang membuat aku harus berpisah dari mereka , kedua orangtua ku yang sangat aku sayangi raut senyum  mereka berdua tak bisa menutupi perasaan sedih mereka air mata yang keluar dengan sendirinya dari kedua mata mereka tak akan dapat di sembunyikan dengan kata" hati-hati " yang mereka ucapkan dan  waktu nya aku berpamitan karna jam telah menunjukan kepada kami bahwa waktu telah  lewat tengah malam saat nya giliran rombongan aku kini yang melakukan check in , ya Allah kini benar-benar aku akan meninggalkan keluarga ku," bismillah " dalam hati ini yang akan mengawali langkah ku di negara itu.  


luar negeri , di lain negara , di negara yang  dulu mungkin aku hanya melihat dari televisi atau pun negara yang dulu aku hanya mendengar cerita dari teman-teman ku yang pulang dari liburannya .
      
      mesir , 23 oktober 2014 .
sore yang indah dengan matahari yang masih menyinari bumi ini tapi ada yang berbeda dengan matahari saat ini , matahari saat ini yang aku liat adalah matahari yang telah menyapa ku pertama kali kedatangan aku di negeri kinanah ini negeri dengan 1000 menara, inilah keputusan ku dan aku pun siap untuk mempertanggung jawabkan segala yang akan terjadi.
" saat ini akan memasuki musim dingin "   ya mungkin ini musim dingin makanya aku pun akhirnya mengerti mengapa maghrib disini sangat lah cepat.
aku tak pernah menanyai akan masalah bagaimana di mesir , bagaimana keadaan di sana , apa yang terjadi di sana , kadang semua orang mengira aku telah mengerti dan telah memahami nya hanya karna aku punya kakak yang telah dahulu berada di sini , itu mungkin bagi mereka tapi bagi ku aku hanya akan merasakan sendiri jadi untuk apa aku bertanya hanya akan menghilangkan rasa ingin tahu ku akan negeri kinanah ini.

Ikpm cabang cairo adalah almamaterku dan kakak-kakak yang telah berada di sini terlebih dahulu sebelum aku pun menjemput aku dan teman-teman kedatangan ku 2014  , menunggu kedatangan kami , dan kami pun disambut dengan hangat oleh mereka, kami di bawa menggunakan bis yang telah menyambut kami , kendaraan yang akan membawa kami ke tempat yang akan mempertemukan kami dengan lebih banyak orang indonesia di sini , dan akupun bertemu dengan kakak ku , yang telah memberikan waktunya menjemputku kebahagian pun terluhat jelas dari wajahnya , kebahagian yang tak akan bisa dia sembunyikan dari ku senyum yang terpancar tanpa henti itu. kakak ku sangat bahagia aku bisa melanjutkan sekolah ku disini , karna bagi kakak ku , aku lebih berpotensi dan akan lebih baik dari dia , tapi akan kah kenyataan nya seperti itu, semoga saja karena aku pun tak tahu akan kah aku seperti harapannya  bagi ku kakak ku adalah motivasi kedua dalam diriku , dialah inspirasi sekolah ku.
    
malam ini aku pun telah mencoba menyusuri jalanan kota cairo , aku berjalan bersama kakak ku mencoba menyapa malam dingin pertama ku di kota ini mencoba menaiki bis dengan semua penumpangnya adalah orang asing bagiku mereka tinggi-tinggi mereka adalah orang mesir asli dan kini aku sadar bahwa aku akan menjalani hari-hari ku seperti ini aku akan berada di antara orang mesir seperti ini .

"selamat malam kota cairo , selamat malam teman -teman sekedatangan aku 2014 , selamat malam hay tamin dan  pagi keluarga yang aku cintai , selamat pagi sahabat-sahabat ku , selamat menjalan kan aktifitas kalian" hanya kata inilah yang bisa aku sampaikan untuk menyapa kalian .

Jumat, 30 Januari 2015

Sabang , Banda Aceh , Medan

semua yang aku lakukan saat ini baru aku yakini bahwa inilah jalan ku ,ku sadari bahwa diri ini bukanlah seperti dahulu , dimana setiap langkah yang aku ambil ku  tak pernah tau kelanjutan langkah itu , yang aku fikirkan hanyalah kebahagian aku saat itu.
dan dengan berjalannya waktu kini aku telah berdiri di tanah yang 5 tahun lalu mungkin aku selalu berbicara tentang tanah ini , tentang negri ini, keistimewaan dan lain sebagainya , dimana dahulu aku hanya melihat dan melihat tanpa berani menggambil keputusan untuk hidup ku tapi aku tak akan menyalahkan sikap ku dahulu karna aku tahu bahwa inilah warna hidupku.

  ____________________-----------__________________

 Mungkin kebanyakan orang menilai bahwa aku dengan gampangnya bisa menginjakan kakiku di negri ini , tapi mungkin mereka tak akan pernah tahu bahwa perjuangan ku lebihlah berat dari apa yang mereka bayangkan , dari yang mereka alami,berawal dari sebuah tempat yang jauh dengan tempat tujuan dimana orang tua ku inginkan  ,mungkin jika bukan karna kuasa Allah aku pun tak yakin bahwa keyakinan dan keberanian ku untuk melangkah adalah benar. berada diantara orang yang tak sejalan pikiran dan tak senada bukan lah gampang membuat mereka mendukung akan langkah ku . perizinan yang tak segampang aku dapatkan, apakah aku akan bisa melawati ujian ini sendiri .
Sabang adalah daerah di ujung indonesia tempat yang aku tempuh dengan menggunakan kaapl laut selama 1 jam 45 menit menuju ke banda aceh ,dan ini belum lah berakhir aku harus menunggu hingga malam hari agar aku dapat melanjutkan perjalanan ku menuju Medan .dalam sendiri aku di bis aku berfikir " ya Allah apakah aku berani sendiri di tempat yang belum pernah aku kunjungi dan akupun tak punya sanak saudara disana , " daerah mana medan ?? bagaimana keadaannya ?? dimana lokasi ujianku ?? bagaimana aku tinggal ??? transportasi apa yang akan aku gunakan di medan ??? . 
seminngu berada di dalam hotel bukan lah hal yang membanggakan bagi ku walaupun di saat aku bercerita pada teman - teman ku mereka akan bilang " enak juga di hotel .. apa-apa ada , kurang apa coba ..." .
 tetapi di hotel sendiri dan yang aku lakukan hanyalah belajar kadang membuat aku bosan dan membuat aku ingin pergi,, tapi kemana ku harus pergi ??? ini bukan lah daerah aku ini adalah daerah asing bagiku.

 Sampai pagi ujian pun telah datang ,di disini pun kebingungan ku pun bertambah di sebuah institut yang luas di medan ini aku pun tak tahu gedung mana yang bakal menjadi lokasi ujian ku , dengan kebingungan aku pun di bantu oleh seseorang yang sangat baik yang bersedia menbantuku mencari gedung,dan ujian ku pun  selesai di malam hari.  

   Akhirnya ujian ku pun telah selesai keraguan yang mengganggu ku selama seminggu yang lalu telah berakhir , tapi apakah ini akhir dari perjalanan ku dan keberanian ku , bukan karna setelah keraguan aku di sini masih ada keraguan aku di berbagai tempat yang lainnya . 


Untuk semua orang yang telah membantuku di langkah awal ku dahulu aku sangat-sangat berterima kasih , mungkin jika kalian tak sempat membaca tulisan pertama ku ini jasa kalian tak akan pernah aku lupakan , all teacher in mujaddid boarding school, kk aziz , inggar pradini, andin dwi , umamatul uma, millah azizah ,dan lain nya yang tak mungkin aku sebutkan , tapi yakinlah kalian ada dalam perjalan ku . 

cairo, 30 jauari 2015.